:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2226927/original/085052800_1527201792-000_14L7CZ.jpg)
Arshavin bergabung dengan Arsenal pada tahun 2009 dengan biaya yang memecahkan rekor klub saat itu sebesar 15 juta pounds. Biaya tinggi yang dikombinasikan dengan penampilan menakjubkan di Euro 2008 membuat penggemar Arsenal berpikir mereka membeli salah satu penyerang terbaik dunia. Setelah penampilan yang mengesankan selama 18 bulan pertama di London, banyak penggemar berasumsi bahwa dia akan berakhir sebagai legenda Arsenal.
Namun, penampilan Arshavin tiba-tiba menurun selama musim 2010/11. Kebugaran dan sikap Arshavin dipertanyakan oleh para kritikus yang bertanya-tanya mengapa pemain berkualitas seperti dia bisa secara tiba-tiba menurun drastis. Meski Arsene Wenger tetap percaya dengan sang pemain di sisa musim, Gervinho langsung didatangkan untuk menggantikannya. Ini akhir dari keyakinan Wenger pada seorang pemain yang punya potensi bagus.
Meski Wenger mendapat yang terbaik dari pemain asal Rusia itu selama 18 bulan, dia patut dipersalahkan karena tidak memberikan Arshavin posisi di tengah. Pada awal musim 2011/12, Arshavin baru berusia 30 tahun dan kreativitasnya tetap mumpuni. Dia bisa berpotensi unggul dengan perubahan posisi yang mirip dengan Santi Cazorla beberapa tahun kemudian.
Arshavin tidak berbuat banyak di Arsenal selama dua tahun terakhir dari kontraknya. Dia sempat mendapat perhatian lagi ketika bermain di tengah bersama tim nasional Rusia di Euro 2012. Dia kembali ke Zenit dengan status bebas transfer pada 2013 dan fans Arsenal kembali dibuat kecewa dengan tidak maksimalnya sang pemain di klub.
Saksikan juga video menarik di bawah ini:
Pengabdian Arsene Wenger sebagai Pelatih Arsenal Menuai Pujian
No comments:
Post a Comment