:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2342332/original/042807600_1535366644-pengunduran-diri-uno3.jpg)
Usai pembacaan pidato pengunduruan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno sempat membacakan pantun terakhirnya. Hal itu langsung disambut tepuk tangan dari para undangan yang datang.
"Naik kereta dari Stasiun Kalibata, pergi wisata kuliner ke Kota Tua, Semangat terus pegawai Balaikota, Demi memajukan ekonomi Jakarta," kata Sandiaga.
Selanjutnya pantun kedua Sandiaga:
"Kalau bersilahturahmi jangan sungkan, sebagai wujud budaya kekeluargaan. Terima kasih banyak saya ucapkan, salah dan khilaf mohon dimaafkan."
Sebelumnya ketika 10 bulan memimpin Ibu Kota bersama Anies, Sandiaga seringkali menempelkan pantun-pantun diakhir pidatonya.
Tak hanya itu, Sandiaga sempat menyampaikan permintaan maaf kepada warga Ibu Kota dan para anggota dewan.
"Apabila terdapat tutur kata, sikap dan perbuatan selama menjabat sebagai Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta yang tidak berkenan di hati. Mohon agar selalu dapat saling ikhlas memafkan dan mendoakan, demi kebaikan Ibu Kota Jakarta, dan kemaslahatan Bangsa Indonesia," jelas Sandiaga.
Usai Sandiaga membacakan surat pengunduran diri sebagai wagub DKI Jakarta, Ketua DPRD DKI Jakarta langsung menyetujui dengan ketukan palu. Usailah perhelatan di gedung DPRD DKI Jakarta.
Namun, bagi Sandiaga masih ada agenda lainnya. Dia mengaku usai sidang pengunduran diri melaksanakan salat Ashar bersama dengan Gubernur DKI Jakarta yang menjadi momentum terakhirnya bersama Gubernur Anies Baswedan di Balaikota Jakarta.
"Ngingetin kita waktu tahun 2017, pas tanggal 16 Oktober setelah pelantikan, kita (saya dan Anies) juga Salat Isya bersama tapi di kamar saya, di atas di lantai dua, di ruangan saya," ujar Sandi di Balaikota Jakarta.
Sandiaga juga merasa memberatkan kerja Pemprov DKI Jakarta bila tidak mengundurkan diri dari posisi wagub kala mengikuti ajang Pilpres 2019. Kendati demikian, ia berharap posisinya sebagai wagub segera digantikan dengan orang yang tepat. Sehingga bangku DKI 2 tidak terlalu lama kosong.
"Tadi Pak Anies bilang kita naik pesawat dengan dua mesin tapi satu mesinnya mati. Jadi ya mudah-mudahan proses pergantiannya bisa segera dilakukan, dan kinerja pemprov dipastikan akan lebih baik ke depan," kata Sandiaga Uno.
Dengan begitu berakhirlah kebersamaan Anies dan Sandiaga di Balaikota. Putusan Sandiaga untuk mengikuti ajang Pilpres 2019 membuat Anies kini sendirian, sampai penggantinya tiba.
from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2BTiuyw
No comments:
Post a Comment